Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

9 Resiko Usaha Agen BriLink, Wajib Kamu Ketahui !

Usaha agen BriLink tentu memiliki resiko. Bukan hanya sekedar keuntungan yang diketahui, namun perlu mengetahui apasaja resikonya. Hal ini bertujuan supaya lebih memahami usaha apa yang tepat untuk dijalankan.

Usaha BriLink kian marak dijalankan karena berpotensi cepat mendapatkan pemasukan. Berikut resiko usaha agen BriLink yang harus diketahui.

1. Adanya Denda Pinalti

Terdapat kerjasama kesepakatan antara calon agen dengan pihak BRI. Salah satu yang menjadi resiko usaha tersebut ialah jika agen sudah berjalan dalam waktu 7 bulan belum memenuhi target transaksi yang ditentukan, maka akan dikenakan denda 1000x transaksi/bulan.

Artinya untuk menopang resiko tersebut maka minimal dalam 1 hari pihak agen harus memiliki target minimal transaksi perharinya mencapai 200 kali.
Maka lokasi usaha agen BriLink sangat mempengaruhi, untuk mengejar target transaksi yang telah di tentukan.  

2. Gangguan transaksi

Jika terjadi gangguan menyebabkan sistem tidak dapat melakukan transaksi maka menjadi faktor kerugian bagi agen. Jaringan perbankan bisa down karena kondisi dan keadaan cuaca.

Pengaruhnya, ketika jaringan tidak stabil dan mengalami gangguan ketika terjadi transaksi saldo sudah terpotong masuk namun belum masuk ke rekening tujuan yang di transfer.

Kejadian tak perlu khawatir karena dapat mengurus langsung dengan pihak bank dengan proses 14 hari. Jika sudah selesai, maka saldo akan kembali ke rekening semula.

3. Komplen nasabah

Komplen nasabah bermacam-macam artinya pihak agen harus bisa mengatasinya dengan baik. Ketika terjadi transaksi namun masih pending dan gagal, menyebabkan nasabah komplen karena takut uang tidak kembali.

Resiko komplen nasabah sudah menjadi hal yang biasa dalam urusan bisnis agen jasa transaksi keuangan. Maka perlu mengatasinya dengan profesional dengan sikap yang sewajarnya kepada nasabah.

4. Hasil yang Fee rendah

Membuka usaha BriLink yang dikelola tidak secara pribadi mulai dari modal pengurusan agen, modal transaksi, sewa ruko/kios akan mendapatkan hasil fee yang sedikit.

Untuk menjalankan usaha agen BriLink atas nama pribadi lebih baik, supaya tidak menambah pembagian hasil yang terlalu banyak.

5.  Kerugian resiko uang palsu

Resiko kerugian usaha agen BriLink lainnya ialah uang palsu, uang rusak, potongan fee hingga 50% dari BRI, komplen nasabah, denda pinalti jika transaksi tidak mencapai target, bahkan transaksi gagal padahal uang terdebet. 

6. Bagi hasil tidak maksimal

Menjalankan usaha agen BriLink memang terlihat menguntungkan. Kuncinya banyaknya transaksi dan pemilik usaha.
Jika setiap hari mampu mencapai target transaksi yang di tentukan maka bisa dikatakan untung.

Sehingga mampu menutupi operasional kembali baik dari modal transaksi, biaya listrik, dan membagi hasil kepada karyawan lainnya.

7. Modal bersama, untung kecil

Pengelolaan agen BriLink yang melibatkan banyak pihak, akan menghasilkan fee yang sedikit. Misalnya bergabung jadi agen BriLink memakai nama orang lain, dimana harus memberikan fee tiap bulan. 

Kemudian, belum bagi hasil dengan rekan pemodal lain. Jika modal usaha dijalankan oleh 2-3 orang, maka setiap bulan akan dibagi sesuai perjanjian dan jumlah rekan yang terlibat di usaha BriLink.

8. Pengeluaran wajib

Jika menjalankan usaha BriLink modal sendiri, dan tidak memiliki karyawan maka resiko pembangian hasil bulanan akan minim. 

Namun jika memiliki karyawan yang menunggu dan menjalankannya maka pengeluaran wajib ialah menggaji karyawan, dan belum biaya operasional bulanan lainnya.

9. Banyak penopang modal banyak resiko

Modal usaha yang dilakukan oleh rekan lain membuat resiko yang banyak. Misalnya terjadi pemahaman yang berbeda mengenai pemasukan, pengeluaran, dan pembagian hasil. 

Ketika terjadi masalah gangguan transaksi, tidak kerja bersama secara komitmen. Sebab, usaha dengan modal bersama rekan maka miliki usaha bersama bukan pribadi. Terkadang ketika usaha mulai ramai terbesit saling hitung-menghitung. 

Bahkan mengakui sisi usaha secara pribadi, sehingga akan menyebabkan hubungan bisnis yang tida sehat. 

Dampaknya, akan saling menyalahkan ketika terjadi maslaah, pembagian hasil yang tidak merata, dan saling mementingkan ego masing-masing.

Usaha apapun pasti punya resiko. Bukan berarti penghalang untuk tidak berbisnis. Memahami resiko usaha yang akan dijalankan bertujuan untuk jangka panjang, kenyamanan, dan keberlangsungnya. 

Mengetahui resiko usaha menjadi cara membandingkannya supaya tidak salah pilih usaha. Tujuannya agar tidak mengalami kerugian dan mampu mengembangkan usaha secara bertahap tanpa ada kebimbangan dan kebingungan.