Enggak Mudah Usaha Kontrakan, Ini Resikonya !

Anginbisniss.com - Usaha kontrkan impian banyak orang. Tapi kamu harus tahu lho resikonya. Tidak mudah membangun usaha kontrakan, selain modal yang besar juga dibutuhkan konsep pemasaran yang bagus agar kontrakan tidak sepi peminat. Bahkan biaya perawatan juga tergolong mahal.

Usaha kontrakan salah satu bentuk investasi yang menguntungkan. Tapi sebelum memutuskan usaha kontrakan perlu dilakukan pengkajian yang matang. Banyak orang berasumsi memiliki usaha kontrakan sudah aman dari finansial. Supaya kamu tidak bingung, silahkan pahami resiko usaha kontrakan terlebih dahulu agar tidak dirugikan.

1. Rumah Pasti Rusak

Jika anda sudah memberikan hak sewa kepada penghuni maka fasilitas bangunan akan memudar alias tidak seperti baru lagi. Bayangkan apabila anda mendapatkan penyewa yang punya rasa tangungjawab dalam merawat rumah maka resikonya kontrakan anda akan rusak tak terawat.

Mereka tidak memiliki rasa peka dalam meyewa, hanya berfikir karena sudah bayar maka urusan rusak tidaknya tak ada masalah bagi mereka. Ditambah jika penghuninya jorok sudah dipastikan dinding tercoret dan terlihat kumuh.

Dalam kondisi jatuh tempo bisa saja penyewa akan pindah tanpa ada rasa oeka untuk sekedar memperbaiki apa yang sekiranya rusak parah. Sudah dipastikan bangunan yang sudah dihuni akan terdapat fasilitas yang tidak baik lagi, misalnya warna cat memudar, lantai tak bersinar alias penuh warna karena debu, jendel rusak, pintu kamar, dapur bahkan toilet.

2. Menyalahi aturan

Seringkali tempat kontrakan disalahgunakan yang menyalahi aturan. Sehingga akan mencoreng nama baik dan lingkungan. misalnya tempat kontrkan jadi bebas, sarang kumpul kebo, nongkrong, dan lainnya yang akan membuat kurangnya kenyamanan lingkungan sekitar.

Rumah kontrakan terkadang menyalahi aturan norma dan hukum. Bayangkan jika tidak ada kesepakatan dan tata tertib penghuni kontrakan yang mesti dijaga, maka akan muncul kegaduhan yang akan menyeret si pemiliknya. Sekarang ini pemerintah giat menggalakan razia kontarkan/kost yang disinyalir membuat kenyamanan lingkungan masyarakat.

3. Jangka sewa relatif singkat

Usahakan kontrkan tidak banyak penyewa yang lama menghuninya. Sehingga anda akan bekerja ekstra mencari pengganti. Tahukah anda mencari pengganti sewa kontrkan tidak mudah. Butuh beberapa bulan lamanya. Kelamaan kontrakan kosong maka keuangan anda pun surut. Berbeda dari usaha ruko dimana membutuhkan waktu yang lama untuk dijadikan tempat usaha bagi para penyewa.

Ini merupakan resiko yang akan anda hadapi sebagai pemilik usaha kontrakan. Bayangkan saja jika setiap kamar akan lama terisi, otomatis bangunan mersot dan perlu perbaikan ulang karena lama tak dihuni. Selain itu, tidak akan ada pemasukan yang lancar.

4. Penyewa lama bayar

Maksudnya jika anda punya usaha kontrakan maka harus dilihat untuk siapa dan kategori apa. Biasanya jika kontrakan yang diperuntukan bagi mahasiswa dalam bentuk sewa bulanan maka tidak semua membayar dengan mudah dan cepat. Pasti akan ada penyewa yang susah membayar walaupun sudah jatuh tempo.

Masalah ini keputusan ada ditangan anda sebagai pemilik. Usahakan tertera jelas waktu pembayaran dan harga yang disepakati. Sehingga tidak ada penyewa yang bandel. Lain halnya jika usaha kontrakan anda diperuntukkan kepada pekerja yang sudah jelas gaji bulannya. Maka ini masuk dalam keuntungan, yang tak perlu susah payah untuk menagih bayarannya.

5. Balik modal lama karena sedikit

Usaha kontrakan jangan nanggung. Kontrakan sedikit yang hanya beberpa pintu membutuhkan biaya bangunan dan perawatan rumah yang besar. Penghasilannya pun akan lama balik, karena jumlahnya sedikit. Usahakan membangun kontrakan dengan jumlah minimal 9 kamar. Ini sudah lumayan sekedar mendapatkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Lain halnya jika usaha kontrakan anda memiliki banyak pintu misalnya 10-20 an kamar bahkan lebih. Ini masih lumayan bisa lebih ringan dan cepat untuk mengembalikan modal saat membangunnya. Sebenarnya tidak ada usaha tidak beresiko, keuntungan usaha kontrakan sama saja anda menabung sebagai investasi jangka panjang.

Lalu, bagaimana cara mengatasi resiko dalam usaha kontrkan. Berikut rahasianya:

a. Tentukan konsep sewa

Konsep sewa kontrakan perlu anda sampaikan kepada calon penyewa. Misalkan anda menyewakan usaha kontrakan bulanan atau sistem tahunan. Ini bertujuan supaya usaha kontrakan anda termanagemen dan tertata dengan baik. Selain itu tetukan kriteria penyewa apakah bebas, khusus keluarga, khusus perempuan atau laki-laki.

b. Tentukan harga

Harga sewa kontrakan harus anda pikirkan dengan baik. Jangan sampai habis tempo dan waktunya pembayaran para penghuni tidak membayar dengan harga yang disepakati diawal. Kebanyakan para penyewa sering berubah pikiran, malah membayar semau-maunya saja.

c. Buat aturan sewa

Kontrak sewa berisi tentang aturan-aturan yang wajib disepakati. Jika penguhuninya melanggar maka siap-siap dikenakan hukan atau pengusiran. Aturan yang tertera bisa membayar sewa rumah tepat waktu sesuai tegat waktu, dan sesuai harga kesepakatan.

Tata tertertib lainnya ialah tidak boleh usil dengan tetangga, membuat masalah, ribut/berkelahi dilingkungan, bahkan membuat kegaduhan. Tidak boleh kumpul pasangan yang bukan muhrim dan sebagainnya. Ini perlu anda terapkan sebagai pemilik kontrakan agar anda tidak menyesal karena urusan dengan pihak keamanan.

Itulah resiko usaha kontrakan dan cara mengatasinya. Semoga artikel ini memberikan dampak bagi anda yang akan mulai mencoba peruntungan bisnis properti dibidang kontrakan. Pastinya semua butuh cara sesuai keinginan dan kemampuan pemilik. Jika info diatas mampu memberikan dampak baik silahkan bagikan kepada orang-orang terdekat anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel