Asumsi Modal Awal Membangun Kontrakan

Membangun rumah kontrakan dibutuhkan modal yang cukup. Menentukan lokasi yang strategis dekat dengan Perguruan Tinggi, Pusat Perbelanjaan, dan lainnya. Kemudian menyusun konsep bangunan kontrakan yang dibuat sesuai ukuran tanah. 

Belakangan ini membangun usaha di bidang properti seperti kontrakan mulai berkembang pesat. Selain keuntungan yang besar, aset yang awet dalam jangka panjang, yang dapat dinikmati. Modal usaha membangun kontrakan juga tidak sedikit, yang akan kita bahas untuk tambahan refrensi yang tertarik membangun usaha dibidang kontrakan dan asumsi modal awal membangunnya.
Jika kita bekerja hanya menikmati gaji di setiap bulannya saja, itu pun hanya sekedar penghasilan yang tergolong biasa. Berbeda jika anda memulai investasi dengan membangun kontrakan atau kos kosan yang mampu mendapatkan penghasilan dengan santai. 

Selain itu, investasi rumah kontrakan tidak ada matinya, di tambah dengan lokasi  kontrakan yang strategis seperti di pusat industri, perkantoran, kampus, rumah sakit, supermarket, dll. Tentu sangat banyak dibutuhkan.

Modal Awal Membangun Kontrakan

Untuk memulai investasi rumah kontrakan di butuhkan modal yang lumayan besar, jika kita berpikir ke jangka panjang maka dengan modal yang besar itu kita dapat memperoleh keuntungan yang berlipat, mengapa tidak?

Jika anda berniat membangun usaha kontrakan atau kos kosan maka inilah asumsi modal yang dapat menjadi renungan dalam persiapannya secara bertahap. Berikut asumsi modal membangunnya:

1. Modal Usaha

Modal usaha yang telah disetor sebesar  Rp.400.000.000 (Empat Ratus  Juta Rupiah).

◽Dengan rincian sebagai berikut :
▪ Tanah seluas 250m2 Rp.250.000.000
▪ Modal sendiri Rp.150.000.000
▪ apabila ditotal sebesar Rp. 400.000.000.

◽Untuk masalah harga :
1 rumah kontrakan (tiga ruangan terdiri dari ruang tamu, kamar, dapur serta kamar mandi) dipatok dengan harga Rp.500.000 belum termasuk dengan biaya listrik dan air. Biaya listrik dan air dibayar oleh penghuni kontrakan. Jadi penghasilan yang didapat 4 kontrakan x Rp.500.000 = Rp.2.000.000/bulan.

2. Lokasi dan Teknis

Lokasi usaha ini sangat strategis karena dekat dengan pabrik-pabrik.

◽ Luas tanah terdiri dari 250m2 luas bangunan terdiri :
1 kontrakan luasnya terdiri dari (6x4) m2 = 24 m2 Jadi apabila akan membangun sebanyak 4 rumah kontrakan luas bangunannya seluas 4 kontrakan x 24m2 = 96 m2

◽ Biaya pembangunan dikalkulasikan sebagai berikut :
▪ Tanah seluas 250 m2 x Rp 1.000.000/ m2  = Rp.250.000.000
▪ bangunan seluas 96 m2 x Rp.1.500.000/m2  = Rp.144.000.000
▪ apabila ditotal menjadi Rp.394.000.000.

3. Proyeksi keuangan

Total biaya yang dikeluarkan untuk membangun kontrakan sebesar Rp.394.000.000.

◽ rinciannya sebagai berikut :
▪ Tanah  250 m2 x Rp1.000.000/ m2 = Rp250.000.000
▪ bangunan 96 m 2 x  Rp1.500.000 m2 = Rp144.000.000
▪ dijumlah menjadi sebesar  Rp.394.000.000.

4. Proyeksi laba/rugi

Pada tahun pertama akan memperoleh keuntungan sebesar Rp.24.000.000, dan kemungkinan akan memperoleh modal kembali pada tahun ke -10.

Melihat asumsi modal awal yang diperlukan dalam membangun usaha kontrakan akan sebanding pula dengan pendapatan yang akan diperoleh. Banyangkan saja jika usaha kontrakan anda banyak disewa orang maka dengan duduk santai anda akan tetap menerima pendapatan yang besar.

Simak Video Peluang Usaha Kontrakan 6 Bidang (Bentuk dan Model Bangunan):
Bisnis Properti memang sangat menguntungkan, terkhusus bagi kamu yang punya modal maka boleh di coba. Selain bisnis yang awet dan bisa diwariskan jangka panjang, maka bisnis membangun kontrakan sama saja menabung kemudian memetik hasil bulanan atau tahunan.

Tips Membangun Kontrakan

Jika anda sudah memilik modal namun belum cukup untuk membangun usaha kontrakan secara menyeluruh. Maka sebaiknya memulai mengumpulkan dana sebagai modal awal yang akan digunakan. Bagaimana cara untuk mengumpulkan modal untuk membangun kontrakan? Berikut tips untuk anda:

1. Menabung secara konsisten

Orang bijak berkata walaupun kecil jumlah tabungan yang anda sisihkan akan semakin besar pula di kemudian hari. Ini menunjukan bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita memang berniat secara tekad. Jika anda bekerja dengan penghasilan pas pasan maka sebaiknya jangan lupa untuk menabung setiap saat. Misal sehari disisihkan dari sisa belanja atau disetiap bulan memisahkan dana untuk ditabung dan sisanya untuk kebutuhan.

2. Tabungan prioritas jangan dipakai

Apabila sudah konsisten menabung dengan serius maka disaat kendala keunga anda mulai menilis usahakan jangan mengambil dari tabungan. Ingan konsistensi sebuah menabung harus diambil jika sudah mula dibutuhkan untuk berinvestasi secara jelas salah satunya saat akan membangub kontrkan.

3. Target yang besar dan cepat

Prioritas yang harus anda lakukan adalah memiliki target yang baik. Misalkan anda menabung selama 1 tahun atau 5 tahun penuh dari sekarang maka tentukan pula kapan waktu yang tepat tabungan tersebut digunakan.

4. Hindari mengurangi tabungan yang tidak penting

Jika tabungan di ambil belum waktunya maka anda tidak konsisten. Tentu impian anda dalam membangun kontrakan atau investasi pada usaha lain tidak akan terwujud. Ini disebabkan jumlah perkiraan tabungan tidak akan sesuai di saat akan digunakan.

Keuntungan dalam menggeluti usaha kontrakan memang menjanjikan. Tak heran jika semakin banyak investor yang membangun usaha di bidang properti atau masyarakat yang memiliki modal cukup untuk segera membangun usaha kontrakan.

Bisnis kontrakan adalah aset berjangka panjang yang layak dilakukan. Misalnya bisnis properti seperti membangun rumah kontrakan, kos-kosan, vila, dan lain sebagainya. Dimana setiap bulan atau setiap tahunnya keuntungan yang didapat akan mengalir dengan baik.

Melihat akan populasi jumlah penduduk di indonesia setiap tahunnya semakin meningkat, maka kebutuhan rumah akan semakin meningkat pula dari tahun ke tahun, maka investasi rumah kontrakan merupakan suatu peluang besar. Setiap pintu yang kita kontrakan ibarat seperti mesin pendulang uang atau income generator.

Menekuni investasi rumah kontrakan juga harus memastikan lokasi dan modal yang akan digunakan. Untuk lebih jelasnya, silahkan anda pahami info diatas mengenai asumsi modal membangun usaha kontrakan yang mesti anda siapkan. Nah jika modal anda sudah siap segera laksanakan ingat harga tanah dan properti setiap tahun naik drastis. Jangan tunda lagi mulailah dari sekarang.

Asumsi modal di atas belum termasuk biaya fasilitas untuk kontrakan. Semoga anda sudah bisa untuk membuat perencanaan dalam mulai membangun bisnis kontrakan setelah membaca artikel ini dengan penuh semangat. Itulah pembahasan mengenai asumsi modal awal membangun kontrakan. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel