Cara Budidaya Bisnis Jamur Tiram Untuk Pemula


Anginbisniss.com - Bingung bagaimana cara budidaya bisnis jamur tiram?, Kali ini anda tak perlu bingungbkarena artikel ini akan membahas secara detail terkait hal itu. Namun yang pasti budidaya bisnis jamur tiram ini begitu menjanjikan. Melihat peluang kebutuhan baik dari restoran yang menyajikan menu ini banyak investor/pengusaha borongan mencari para pembisnis jamur ini. Hal ini sebagai peluang bagi anda, jangan sampai anda menunda-nunda untuk segera mengambil bisnis dengan budidaya jamur tiram.

Langkah utama yang harus anda lakukan adalah wajib mengamati dan memahami dari berbagai macam jenis jamur. Ini dikrenakan tidak semua jenis jamur dapat di konsumsi semuanya. Ada beberapa jenis jamur yang tidak dapat di konsumsi dan ada juga jamur yang bisa di konsumsi oleh manusia.

Diantaranya jenis jamur yang dapat di konsumsi adalah jenis jamur tiram. jenis jamur tirang tiram bisa dengan mudah kita temukan, terbukti dengan banyaknya olahan makanan yang bahan dasarnya dari jamur tiram.

Banyak di restoran-restoran dan rumah makan di kota-kota besar menjual makanan yang berbahan dasar dari jamur tiram yang terlah di olah menjadi makanan yang lezat. bahkan banyak juga pedagang-pedagang kaki lima yang biasa menjajakan cemilan atau makanan di pinggir jalan menjual, jamur krispi dengan berbagai rasa.

Karena banyaknya permintaan dan tingginya minat masyarakat indonesia yang mengkonsumsi jamur tiram ini, menyebabkan akan kebutuhan jamur tiram ini menjadi semakin meningkat, terutama bagi para penyaji kuliner yang selalu menghadirkan olahan jamur tiram dalam setiap menunya.

Melihat tingginya permintaan, sehingga banyak yang memanpaatkan ini sebagai peluang usaha, untuk membudidayakan jamur tiram, dengan tujuan untuk membudidayakannya dengan cara (home industry). hal ini juga bisa menjadi suatu ladang usaha baru bagi siapa saja yang ingin menekuni budidaya jamur tiram.

Bagi anda yang sebagai pemula, dan ingin memulai untuk membudidayakan jamur tilam alangkah baiknya sebelum anda memulainya untuk membudidayakan jamur tiram harus mengetahui terlebih dahulu apa yang harus dilakukan dan bagaimana caranya.

Sehingga pada saat anda melakukan budidaya jamur tiram, dapat meminimalisir apabila terjadi suatu kegagalan. walaupun banyak orang yang berkata, yang pernah melakukan/ sedang budidaya jamur tiram. mereka berkata bahwa budidaya jamur tiram sangat simpel dan mudah dalam membudidayakannya.

Mengenal jenis Jamur tiram yang dapat dibudidayakan sekaligus peluang bisnis yang menjnjikan

- jamur tiram P. leurotus floridae jamur tiram ini memiliki warna putih bersih.
- jamur tiram P. ostreatus mwk tiram ini memiliki warna putih, dan putih kekuningan.
- jamur tiram P. cystidious jamur tiram ini memiliki warna putih, kemerahan.
- jamur tiram P. citrinopileatus jamur tiram ini memiliki warna kuning keemasan.
- jamur tiram P. djamor jamur tiram yang jenis ini memiliki warna ungu kemerahan- merahan.
- jamur tiram P. eryngii jamur tiram ini memiliki warna kebiruan.
- jamur tiram P. euosmus jamur tiram ini memiliki warna kecoklatan.
- jamur tiramP. flabellatus jamur tiram ini memiliki warna merah jambu.
- jamur tiram yang memiliki jenis P. pulmonarius untuk jamur tiram jenis P. pulmonarius ini memiliki warna yang keabu abuan.
- sedangkan pada jamur tiram jenis P. sajor-caju ini memiliki warna yang kelabu.

Memilih Bibit Jamur Tiram Yang Berkualitas
Meskipun banya orang yang berpendapat bahwa dalam budidaya jamur tiram cukup mudah, namun dalam pemilihan bibit ini tidak dapat di anggap mudah begitu saja.

Dalam pemilihan bibit tidak bisa asal-asalan, pilihlah bibit yang memiliki kualitas bagus, agar hasil budidaya yang anda peroleh memiliki hasil yang maksimal, tidak jarang para pembudidaya jamur tiram melakukan kesalahan atau tidak cermat dalam memilih bibit, yang pada akhirnya menyebabkan miselium tidak tumbuh, tubuh buah tidakoptimal dan hasil panen jamur tiram pun tidak maksimal.

Untuk Menghindari Bibit Yang Tidak Berkualitas ada dua cara yang dapat kita lakukan:

Pertama, kita bisa membuat sendiri bibit jamur tiram dengan membibitkan bibit murni dan mendapatkan bibit F1.

Kedua, anda bisa membeli bibit yang berkualiitas pada petani jamur atau anda bisa juga membeli bibit di instansi penyedia bibit yang dapat dipercaya.

Bagi Anda Yang Ingin Membeli Bibit Jamur Tiram Perhatikan Hal-Hal Berikut Ini: 
  • Pilihlah bibit yang telah teruji, cara mengetahuinya dari nilai BER (biological ratio) jamur. Untuk jamur tiram BER nya sekitar 75%. 
  • Belilah bibit jamur tiram dari instansi ternama yang memiliki sertifikasi atau dilegalkan oleh pemerintah. 
  • Pada saat pembelian bibit anda perhatikan juga miselium yang berwarna putih, apakah telah tumbuh penuh dan merata di media tumbuhnya. apabila tidak merata, ini akan dikhawatirkan pada bagian yang tidak ditumbuhi miselium tersebut akan mudah terkontaminasi. 
  • Jika anda ingin membeli bibit jamur tiram maka perhatikan juga tanggal pembuatannya atau tanggal kadaluarsanya. 
  • Yang tidak kalah penting juga anda bisa menggali informasi tentang bibit jamur tiram dari petani jamur yang sudah berhasil.
Media Tanam Untuk Jamur Tiram
Untuk media tanam yang bisa di gunakan terdiri dari beberapa media tanam dan beberapa bahan yang dapat di kombinasikan menjadi satu, berikut diantaranya bahan-bahan yang bisa anda gunakan untuk media tanam jamur tiram.

Menggunakan serbuk gergaji kayu sebanyak 80%

  • untuk selanjutnya bekatul sebanyak 10-15%
  • gunakan juga Kapur CaCo₃ sebesar 3%
  • Dan Air kira-kira sebanyak 40-60%.

Untuk Cara Membuatnya:
untuk 100 kg media jamur tiram maka dibutuhkan sebanyak 80 kg serbuk gergaji kayu, dikombinasi dengan 10-15 kg bekatul, dan 3 kg kapur semua bahan-bahan tersebut diaduk hingga merata, jika adukan sudah merata kemudian tambahkan air sekitar 60%. apabila anda ingin mengetahui apakah seluruh media sudah tercampur dengan merata, anda bisa mengetesnya dengan cara di genggam apabila pada saat di genggam tidak mengeluarkan air dan apabila dilepas tidak pecah. untuk Ukuran diatas cukup untuk 100 baglog.

Fermentasi Jamur Tiram
Dalam fermentasi media tanam jamur tiram yang perlu di lakukan sebelum media digunakan untuk menanam jamur, yakni dengan cara mendiamkan jamur tiram selama 5-10 hari atau disesuaikan dengan kondisi bahan.

Tujuannya adalah agar terjadi proses pelapukan atau pengomposan pada media. pada saat dilakukan proses fermentasi, perhatikan suhu media yang akan meningkat hingga mencapai pada suhu 70°C, dan selama itu juga dilakukan pembalikan media setiap harinya agar proses pelapukan bisa merata disemua bagian media.

Selain untuk mempersingkat waktu pelapukan, fermentasi juga bertujuan kumbung mematikan jamur liar yang dapat mengganggu pertumbuhan pada jamur tiram. Media yang siap untuk digunakan ditandai dengan berubahnya warna media menjadi cokelat atau kehitaman.

Sterlisasi Media Tanam
Jika media tanam yang telah difermentasi dapat dimasukkan ke dalam kantong plastic dengana jenis polipropilen. berikutnya media tersebut kemudian di padatkan hingga berbentuk seperti botol (baglog).

Untuk proses yang berikutnya, pada bagian atas plastic atau leher kantong plastic, dipasang dengan ring, serta disumbat menggunakan kapas, dan dipasang penutup baglog agar air tidak masuk ke dalam kantong pada saat pengukuran.

Untuk 60 baglog biasanya dapat menggunakan 1 drum saja. untuk sistem kerja sterlisasi ini adalah iya memanfaatkan panas uap air pada suhu 95-110°C dalam jangka waktu 8-10 jam.

Ketika suhu pengukusan telah mencapai 100°C, maka pertahankan selama 5 jam. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 100°C membutuhkan waktu lebih kurang selama 3 jam, tergantung dari kestabilan api pada tungku.

Pada proses selanjutnya, untuk wadah pengukus di buka dan diamkan dalam waktu selama 5 jam agar suhu media tanam dalam baglog normal kembali.

Berikut ini untuk tahap-tahap pengisian bibit jamur tiram ke baglog.
pada tahap pertama tama ambil botol bibit jamur tiram F3, lalu semprotkan alcohol ke botol tersebut. berikutnya Panaskan sebentar mulut botol diatas api spiritus hingga sebagian kapas terbakar, jika sudah lalu matikan api yang membakar kapas. 
 
untuk proses selanjutnya setelah kapas penyumbat pada botol bibit dibuka, selanjutnya aduk-aduk dengan menggunakan kawat yang sudah disterilkan diatas api.
jika pada setiap proses diatas dirasa sudan sesuai berikutnya masukkan bibit dari botol ke baglog hingga leher baglog terisi penuh, serta tutup kembali dengan kapas. Setiap balog diisi sekitar 10 g bibit jamur tiram.

Tahap Inkubasi
Tahap Inkubasi atau sering di sebut juga tahap pemeraman, tahap inkubasi bertujuan agar bibit yang telah diinokulasi segera ditumbuhi miselium. selain itu juga untuk meningkatkan pertumbuhan miselium pada jamur tiram, perbedaan ruang inkubasi memiliki suhu yang mencapai hingga 24 sampai 29°C, dan memiliki kelembapan mencapai 90-100% cahaya, serta 500-1.000 lux, dan sirkulasi udara 1-2 jam.

Budidaya Di Rumah Produksi Atau Kumbung
Jika bibit jamur tiram telah dipindahkan ke rumah kumbung dan telah dipenuhi oleh misellium, maka berikutnya yang harus anda lakukan adalah pelubangan pada ujung baglog, yakni anda bisa menggunakan silet yang telah di sterilkan. pada lubang tersebut yang nantinya akan menjadi tempat pertumbuhan tubuh buah jamur tiram.

Apabila bibit jamur tiram yang anda beli adalah bibit jamut tiram F4, maka anda tidak perlu lagi melakukan tahapan penyiapan media hingga masa inkubasi, karena bibit F4 dalam baglog bisa langsung ditempatkan di rumah kumbung. akan tetapi biasanya, pada tubuh buah jamur tiram akan terbentuk setelah 1-2 bulan dari penempatan baglog ke rumah kumbung. (*)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel